PENDETA DI SIERRA LEONE TEMUKAN BERLIAN 706 KARAT

FREETOWN-kupasnews.com–Seorang pendeta di Sierra Leone menemukan berlian utuh terbesar yang pernah ditemukan lebih dari empat dekade di negara Afrika barat itu. Ia lantas menyerahkannya kepada pemerintah, berharap bisa membantu untuk meningkatkan perkembangan terbaru di negara miskin itu.

Pastor Emmanuel Momoh menemukan berlian 706 karat di desa Yakadu, Sierra Leone timur yang kaya berlian. Ini adalah berlian terbesar kedua ditemukan di Sierra Leone. Pada tahun 1972, berlian 968,9 karat dari Sierra Leone ditemukan oleh penambang dan dijual sekitar USD 2,5 juta.

Momoh kemudian menyerahkan berlian itu Presiden Ernest Bai Koroma. Ia mengatakan berlian itu sengaja diserahkan kepada pemerintah karena tersentuh dengan kondisi pembangunan di Distrik Kono tempat berlian itu ditemukan. Ia mencontohkan pembangunan jalan dan perbaikan listrik setelah hampir 30 tahun padam.

“Saya percaya pemerintah bisa berbuat lebih banyak, terutama pada saat negara sedang mengalami beberapa tantangan ekonomi,” katanya. Belum diketahui dengan jelas bagaimana Momoh bisa menemukan berlian tersebut seperti dikutip dari CBS News, Jumat (17/3/2017).

Sementara itu Presiden Sierra Leone Ernest Bai Koroma melalui juru bicaranya, Abdulai Bayraytay, menyatakan penghargaannya karena Momoh tidak berupaya untuk menyelundupkan permata itu ke luar negeri dan mendorong orang lain untuk menirunya.

Bayraytay mengatakan harga dari berlian tersebut belum diketahui dan telah menempatkannya di Bank of Sierra Leone. Ia berjanji berlian itu akan dijual kepada penawar tertinggi dan apa pun itu menjadi milik penemunya dan pemerintah akan mendistribusikan sesuai keinginannya.

“Presiden telah memberikan instruksi yang jelas kepada Departemen Pertambangan bahwa evaluasi, penjualan dan distribusi hasil harus dilakukan dengan cara yang paling transparan,” katanya.

Kekayaan berlian Sierra Leone telah memicu perang saudara selama satu dekade yang berakhir pada tahun 2002 lalu. Meskipun kaya akan mineral, negara itu tetap menjadi salah satu negara termiskin di dunia.

sindonews
(ian)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *