AS DAN KORUT BERDIALOG KRISIS NUKLIR DAN RUDAL

BEIJING-kuncinews.com–China menyambut baik keinginan Amerika Serikat (AS) untuk berdialog dengan Korea Utara (Korut) terkait krisis nuklir dan rudal. Namun China menegaskan penolakannya terhadap keberadaan sistem anti rudal THAAD di Korea Selatan (Korsel).

Pemerintahan Trump mengatakan bahwa pihaknya bertujuan untuk mendorong Korut melucuti program nuklir dan misilnya, yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, melalui sanksi internasional yang lebih ketat dan tekanan diplomatik.

“AS mencari stabilitas dan denuklirisasi damai di semenanjung Korea. Kami tetap terbuka terhadap negosiasi menuju tujuan tersebut, namun kami tetap siap untuk membela diri dan sekutu kami,” kata pemerintah AS dalam sebuah pernyataan.

Ditanya tentang pernyataan AS, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan bahwa China telah mencatat bahwa banyak pejabat AS baru-baru ini telah membuat ucapan seperti itu.

“Kami telah mencatat ungkapan-ungkapan ini, dan telah mencatat pesan yang disampaikan dalam ungkapan-ungkapan ini yang berharap dapat menyelesaikan masalah nuklir Korea secara damai melalui dialog dan konsultasi,” katanya.

“Kami percaya pesan ini positif dan harus ditegaskan,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (27/4/2017).

Sementara menanggapi niatan AS untuk mempercepat pengaktifan sistem anti rudal THAAD di Korsel, Kementerian Pertahanan China bersikeras menolak. Beijing mengatakan bahwa radar canggih dari sistem pertahanan rudal itu dapat menembus jauh ke dalam wilayahnya dan merusak keamanannya.

Korsel dan AS sepakat untuk melakukan tindakan cepat terhadap Korut jika terjadi provokasi lebih lanjut. Korsel telah memindahkan bagian-bagian dari sistem anti rudal THAAD ke lokasi penyebarannya di sebuah lapangan golf sekitar 250 km selatan ibukota Seoul, menandakan pemasangan sistem yang lebih cepat.

“Penyebaran sistem anti-rudal THAAD di Korsel merusak keseimbangan dan stabilitas strategis regional. Pihak China dengan tegas menentang hal ini,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Yang Yujun.

“Militer China akan terus melakukan latihan militer langsung dan menguji peralatan militer baru untuk menjamin keamanan dan keamanan regional dan perdamaian regional,” tukasnya.

sindonews
(ian)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *