Antisipasi Tahanan Kabur, Polri Disarankan Evaluasi Sistem Pengamanan Penjara

JAKARTA-kuncinews.com- Kepolisian diminta untuk melakukan evaluasi sistem pengamanan di seluruh penjara yang ada di Polsek dan Polres. Ini dilakukan agar kejadian kaburnya tahanan dari sel tak lagi terulang.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Ferdinand Andi Lolo mengatakan, sebelum terjadi tahanan melarikan diri seharusnya dilakukan evaluasi. Maksudnya dilihat bagaimana mekanisme pengamanan yang tidak hanya persoalan keterbatasan personel saja.
“Dilihat bagaimana metode pengamanan yang dilakukan dan melihat situasi lingkungan fisik dan sekitarnya,” kata Ferdinand, Senin (18/9/2017). Ferdinand menuturkan, yang perlu dilakukan pengecekan antara lain kekuatan jeruji tahanan.

Serta dilihat kemungkinan ke mana tahanan akan melarikan diri dari dalam penjara. “Kita andaikan diri kita kalau ada di dalam kira-kira akan lari ke mana. Itu yang perlu juga diperhatikan sehingga bisa dibuat penanggulangannya,” ujarnya.

Hal yang lain adalah meningkatkan komunikasi dengan lingkungan diluar polres. Jika komunikasi terbangun dan masyarakat diberikan sosialisasi maka mereka bisa menjadi back up keamanan lapis kedua setelah kepolisian.

“Jika ada gerak-gerik mencurigakan mereka bisa membantu menangkap seperti yang kemarin terjadi,” paparnya. Ferdinand juga menyarankan adanya sidak rutin.

Sehingga barang-barang yang tidak seharusnya ada bisa diketahui. Karena para tahanan itu merusak jeruji dengan benda yang tidak seharusnya ada dalam sel.

“Itu bisa saja mereka dapatkan dari pengunjung yang datang. Karenanya perketat sistem keamanan dan melakukan sidak secara berkala sewaktu-waktu,” ucapnya.

sindonews
(whb)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *